Demak (Humas) – Dalam rangkaian kegiatan Haul Ke-523 Sultan Fattah, kompleks makam pendiri Kesultanan Demak kembali menjadi pusat perhatian masyarakat Demak dan sekitarnya. Salah satu prosesi yang paling dinantikan adalah penggantian selambu makam yang dilakukan pada Rabu (3/12/2025) pagi, sebuah tradisi yang memadukan nilai religius dan kearifan lokal yang terus dipertahankan dari generasi ke generasi.
Penggantian selambu dimaknai sebagai bentuk penghormatan mendalam kepada Sultan Fattah, yang berjasa besar dalam menyebarkan agama Islam di tanah Jawa. Selambu baru yang dipasang menjadi simbol penyucian, pembaruan semangat, serta ajakan untuk kembali meneladani perjuangan para tokoh penyebar Islam. Prosesi ini juga menjadi momentum refleksi bagi umat agar terus menjaga keimanan dan menguatkan hubungan spiritual dengan para pendahulu yang berjasa.
Dilihat dari perspektif budaya, tradisi ini memperlihatkan betapa kuatnya masyarakat Demak dalam merawat warisan sejarah. Penggantian selambu tidak hanya menjadi ritual sakral, tetapi juga sarana mempererat kebersamaan antara ulama, tokoh adat, pemerintah daerah, dan para peziarah. Kegiatan ini menegaskan bahwa warisan budaya dan spiritual peninggalan Kesultanan Demak tetap hidup dalam kehidupan sosial masyarakat, serta menjadi identitas yang dijaga dengan penuh rasa hormat.
Dalam sambutannya mewakili Kepala Kantor Kemenag Demak, Kasi Bimas Islam, Ali Mustofa, menyampaikan pesan penuh makna: “Ini sebagai pengingat perjuangan Sultan Fattah dalam menyebarkan agama Islam dan mengusir penjajahan zaman dulu. Kita sebagai penerus mempunyai beberapa fungsi dan peran, kita diminta untuk merawat dan menjaga warisan, supaya kita bisa meneladani beliau di masa lalu.”
Dalam penggantian selambu itu, secara simbolis diwakili oleh 9 orang, diawali Bupati Demak Eisti’anah, Ketua Takmir Masjid Agung KH. Nur Fauzi, Kemenag Demak Ali Mustofa, dan enam orang lainnya dari perwakilan Perhimpunan Pemangku Makam Auliya (PPMA).
Kegiatan sakral itu Nampak dihadiri oleh ribuan orang yang memadati komplek makam di area Masjid Agung Demak, sederet pejabat juga turut hadir mendampingi Bupati, diantaranya Wakil Bupati, jajaran forkopimda, dan tokoh agama.